Ubiquiti NanoBridge M5 Point to Point

Tulisan ini saduran sekaligus sebagai dokumentasi ketika saya membuat Link dari Gedung A ke gedung B.  Tujuannya agar beberapa komputer yang ada di Gedung B dapat akses ke gateway Internet yang berada di Gedung A.

Skenario:
Dalam artikel ini kita akan menjelaskan konfigurasi dasar yang diperlukan untuk mengkonfigurasi Point  to Point dengan sepasang peralatan wireless Ubiquiti NanoBridge 5 GHz . Kita dapat mengikuti panduan ini dengan salah satu produk Ubiquiti AirMax AirOS  (Loco M, NanoStation M, NanoBridge M, AirGrid M, PowerBridge M, PicoStation M, M Bullet dan Rocket M Series).

Asumsi:

Kita semua sudah tahu bagaimana menghubungkan kabel NBM5 ke PoE port dan LAN port (yang ada di Adapter PoE ) ke Laptop. Serta  kita sudah tahu bagaimana login ke peralatan tsb via web.

Step 1.

Plug in  Ubiquiti NBM5 pertama (berfungsi sebagai Access Point ), ke Laptop dan lakukan perubahan setting pada tab Wireless.

Wireless Mode: Access Point
WDS (Transparent Bridge Mode): Enable
SSID: ubntok
Channel Width: 30 MHz
Frequency, MHz: 5765
Output Power: 20dBm
Security: WPA2-AES
WPA Authentication: PSK
WPA Preshared Key: rahasia123
Pilih tombol Change tapi tidak perlu klik Apply .

Note:

Jika kita ingin menambah Output Power diatas 20 dBm, kita harus enable Installer EIRP Control di tab Advanced (Change dan Apply Settings).
Dibawah tab Wireless ,  disable Auto Adjust to EIRP Limit .

 

Step 2.

Pada tab Network, lakukan setup ini:

Network Mode    : Bridge
IP Address           : 192.168.1.200
Netmask               : 255.255.255.0
Gateway IP          : 192.168.1.1
Primary DNS IP : 192.168.1.1

Pilih tombol Change tapi tidak perlu klik Apply .

 

Step 3.

Pada tab System :
Device Name       : NB5-AP (Optional)
Time Zone: (GMT+7:00) Bangkok, Jakarta (Optional)
Administrator Username: admin (Optional)
Current Password: ubnt (Optional)
New Password: secr3t321 (Optional)

Pilih tombol Change dan klik Apply .

OK, konfigurasi NanoBridge pertama (Access Point ) sudah selesai. Sebelum meneruskan ke step berikut, maka unplug  NanoBridge dan pindahkan  ke tempat / ruangan lain dan sambungkan Power (PoE) saja (tanpa  LAN connection ).

 

Step 4.

Sambungkan NanoBridge M5 kedua (berfungsi sebagai Station) ke laptop / network dan dibawah tab Wireless , lakukan setup berikut :
Wireless Mode                                    : Station
WDS (Transparent Bridge Mode): Enable
Channel Width      : 30 MHz    ( harus sama dgn NanoBridge yang pertama tadi ).

Pilih tombol Change dan klik Apply .

 

Step 5:
Klik tombol  Select  terus ke SSID field.
Klik radio button di SSID (ubntok) dan tekan tombol Select.
Enter WPA Preshared Key: rahasia123

Pilih tombol Change tapi tidak perlu klik Apply .

 

Step 6:
Pada tab Network , lakukan perubahan berikut :
IP Address            : 192.168.1.201
Netmask                : 255.255.255.0
Gateway IP           : 192.168.1.1
Primary DNS IP  : 192.168.1.1
Pilih tombol Change tapi tidak perlu klik Apply .

 

Step 7:
Pada tab System, lakukan perubahan berikut:
Device Name: NBM5-ST (Optional)
Time Zone: (GMT+7:00) Bangkok, Jakarta (Optional)
Administrator Username: admin (Optional)
Current Password: ubnt (Optional)
New Password: rahasia123 (Optional)
Pilih tombol Change dan klik Apply.

 

Step 8.

Verifikasi bridge yang telah berhasil dikonfigurasi dengan cara  login ke kedua Devices dan periksa status koneksi pada tab Main.
Catatan: Jika kita tidak dapat login ke NBM5AP (Access Point yang saat ini memiliki koneksi PoE saja, maka perlu troubleshooting lebih lanjut ).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: